DaerahSosial

TPS3R Desa Bobojong Cianjur Bangun Revolusi Pengelolaan Sampah Desa, Dari Edukasi Lingkungan hingga Ketahanan Pangan Warga

23
×

TPS3R Desa Bobojong Cianjur Bangun Revolusi Pengelolaan Sampah Desa, Dari Edukasi Lingkungan hingga Ketahanan Pangan Warga

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Program pengelolaan sampah desa berbasis TPS3R di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menunjukkan langkah progresif dalam menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan. Melalui slogan “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”, gerakan TPS3R Desa Bobojong Cianjur menjadi contoh nyata transformasi pengelolaan sampah dari tingkat desa menuju pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Ketua TPS3R Desa Bobojong, Asep Dian, Jumat (27/2/2026), menjelaskan bahwa program pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) tidak hanya berfokus pada pengangkutan limbah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup sejak dari rumah tangga. Edukasi lingkungan menjadi fondasi utama agar persoalan sampah tidak berkembang menjadi ancaman bencana ekologis.

Edukasi Pengelolaan Sampah Door to Door Tingkatkan Kesadaran Warga

Dalam upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, TPS3R Desa Bobojong melakukan sosialisasi secara langsung menggunakan metode door to door. Strategi edukasi lingkungan ini dinilai efektif karena masyarakat mendapatkan pemahaman langsung mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Tim TPS3R Bobojong Cianjur yang terdiri dari delapan anggota aktif secara konsisten mendampingi warga agar terbiasa melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Pendekatan berbasis masyarakat ini dilakukan bertahap, mengingat perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah membutuhkan proses sosial yang berkelanjutan.

Menurut Asep, persoalan utama bukan keberadaan sampah, melainkan lemahnya sistem manajemen pengelolaan sampah desa. Sampah yang tidak tertangani berpotensi menyebabkan banjir, pencemaran lingkungan, hingga gangguan kesehatan masyarakat.

Sampah Organik Diolah Jadi Pakan Ternak dan Dukung Ketahanan Pangan Desa

Inovasi TPS3R Desa Bobojong dalam pengolahan sampah organik menjadi salah satu terobosan unggulan. Limbah rumah tangga seperti sisa makanan dan sayuran kini dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam kampung dan unggas, termasuk entok milik warga.

Program pengolahan sampah organik ini sekaligus mendukung ketahanan pangan desa berbasis lingkungan, karena mampu menekan biaya produksi peternakan masyarakat tanpa membutuhkan modal besar. Limbah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan kini berubah menjadi sumber manfaat ekonomi.

“Melalui pengolahan limbah organik menjadi pakan ternak, kami tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membantu ekonomi peternak desa,” ujar Asep.

Sampah Anorganik Jadi Sumber Ekonomi Warga Desa

Selain sampah organik, pengelolaan sampah anorganik TPS3R Bobojong juga memberikan nilai tambah ekonomi. Botol plastik, kemasan air mineral, serta material daur ulang lainnya dipilah dan dijual kembali kepada pengepul.

Hasil penjualan sampah anorganik tersebut dimanfaatkan sebagai insentif operasional bagi petugas TPS3R yang bekerja menjaga kebersihan lingkungan setiap hari. Sistem ini memperkuat konsep ekonomi sirkular desa melalui pengelolaan sampah berkelanjutan.

Sementara itu, residu sampah yang tidak dapat diolah tetap dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga volume sampah desa yang dibuang mengalami penurunan signifikan.

TPS3R Bobojong Siapkan Budidaya Maggot untuk Pengolahan Sampah Modern

Untuk meningkatkan efektivitas pengolahan sampah organik di Kabupaten Cianjur, TPS3R Desa Bobojong tengah menyiapkan program budidaya maggot Black Soldier Fly. Program ini direncanakan mulai berjalan setelah Lebaran sebagai bagian dari inovasi pengelolaan sampah modern berbasis desa.

Budidaya maggot dinilai mampu mempercepat proses penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak bernilai ekonomi tinggi. Skema ini diharapkan menciptakan siklus berkelanjutan dari sampah menjadi sumber produktivitas masyarakat.

“Kami ingin sistem pengelolaan sampah desa semakin maksimal. Maggot akan menjadi solusi lanjutan agar sampah organik memiliki nilai ekonomi lebih besar,” ungkapnya.

TPS3R Desa Bobojong Ajak Masyarakat Bangun Budaya Sadar Sampah

Keberhasilan program TPS3R Desa Bobojong Cianjur sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, penguatan budaya sadar sampah terus dilakukan agar warga memahami bahwa pengelolaan limbah merupakan tanggung jawab bersama.

Asep menegaskan, sampah dapat berubah menjadi bencana lingkungan apabila diabaikan. Namun sebaliknya, melalui pengelolaan yang tepat, sampah mampu menjadi sumber ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan desa.

Gerakan TPS3R Desa Bobojong Kecamatan Mande menjadi bukti bahwa perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari desa. Dengan semangat gotong royong dan inovasi berkelanjutan, pengelolaan sampah kini tidak lagi sekadar kewajiban, melainkan investasi masa depan menuju desa bersih, sehat, dan sejahtera.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses