Daerah

Bupati Cianjur Pimpin Jumsih di Kawasan Wisata Puncak Ciloto, Soroti Ancaman Sampah 300 Ton per Hari

24
×

Bupati Cianjur Pimpin Jumsih di Kawasan Wisata Puncak Ciloto, Soroti Ancaman Sampah 300 Ton per Hari

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Bupati Wahyu Ferdian memimpin langsung kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) di kawasan wisata Puncak Ciloto, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jumat (8/5/2026). Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan sebagai respons atas persoalan penumpukan sampah di kawasan wisata Puncak Cianjur yang dinilai berpotensi merusak lingkungan sekaligus menurunkan daya tarik pariwisata di wilayah perbatasan Cianjur dengan Bogor dan Bandung.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wahyu mengatakan kondisi sampah di kawasan Puncak Ciloto masih menjadi persoalan serius. Ia mengungkapkan, temuan sampah yang menumpuk di sejumlah titik wisata menjadi perhatian pemerintah daerah karena dapat berdampak pada kesehatan lingkungan dan citra destinasi wisata di kawasan pegunungan tersebut.

“Kemarin kami melintasi kawasan ini dan melihat cukup banyak sampah menumpuk. Selain merusak pemandangan, kondisi ini juga membuat lingkungan menjadi tidak sehat,” kata Wahyu.

Menurutnya, kawasan wisata Puncak Ciloto di Kecamatan Cipanas merupakan salah satu jalur wisata favorit yang ramai dikunjungi wisatawan, baik dari wilayah Cianjur maupun luar daerah. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan wisata agar kawasan tersebut tetap nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi sektor pariwisata daerah.

“Kawasan ini sering dikunjungi wisatawan. Karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat dan pengunjung wisata,” ujarnya.

Wahyu juga mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kabupaten Cianjur terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Saat ini, volume sampah di Cianjur diperkirakan mencapai lebih dari 300 ton per hari, dengan kontribusi terbesar berasal dari wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi.

“Produksi sampah di Cianjur terus meningkat. Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti Kecamatan Cianjur, menjadi penyumbang terbesar volume sampah harian,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah daerah, termasuk penambahan armada pengangkut serta penguatan sistem pengolahan limbah. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban penumpukan sampah, khususnya di kawasan wisata dan permukiman padat.

Selain itu, Wahyu juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai, yang dinilai dapat memperburuk kondisi lingkungan serta memicu potensi bencana ekologis seperti banjir dan pencemaran air.

“Kita harus memiliki kesadaran bahwa membuang sampah ke sungai bukan solusi. Dampaknya akan kembali kepada masyarakat sendiri,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan wisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Cianjur.

“Masalah lingkungan hidup tidak bisa diselesaikan oleh satu atau dua pihak saja. Ini harus menjadi gerakan kolektif masyarakat demi menjaga bumi dan lingkungan tempat kita tinggal,” kata Wahyu.

Sementara itu, Camat Cipanas Dindin Amaludin menyatakan pihak kecamatan menurunkan sekitar 100 orang relawan dan unsur masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan Jumsih tersebut. Peserta terdiri dari aparatur kecamatan, perangkat desa, komunitas pecinta lingkungan, serta warga sekitar yang peduli terhadap kebersihan kawasan wisata.

Menurut Dindin, kegiatan bersih-bersih difokuskan pada titik-titik rawan bencana dan lokasi wisata yang ramai pengunjung, sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung sektor ekonomi pariwisata di wilayah Cipanas.

“Kami melibatkan unsur kecamatan, desa, organisasi masyarakat, dan warga yang peduli lingkungan. Kegiatan ini akan dijadwalkan secara berkala agar kesadaran menjaga kebersihan semakin meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, menjaga kebersihan kawasan wisata tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan pertanian di kawasan Puncak Cianjur. Selain itu, upaya penghijauan dengan tanaman penyangga tanah juga terus dilakukan untuk mengurangi risiko longsor di wilayah pegunungan.

“Kebersihan dan kelestarian lingkungan harus dijaga bersama. Wisatawan juga diharapkan ikut menjaga kebersihan agar kawasan wisata tetap indah dan nyaman dikunjungi,” pungkasnya.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses