Hallonusantara.com || Cianjur — Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan perbaikan darurat di jalur Prapatan Cipendawa–Pasir Kampung hingga Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet. Penanganan dilakukan setelah kawasan tersebut menjadi sorotan publik akibat rentetan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara motor.
Pantauan media di lapangan, Rabu (6/5/2026), petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Cianjur bersama UPTD PUPR wilayah Cipanas melakukan penambalan sejumlah titik jalan berlubang dengan material pasir dan semen. Penanganan darurat itu dilakukan di sepanjang ruas jalan sekitar lima kilometer, dari Prapatan Cipendawa hingga kawasan Gunung Putri.
Langkah cepat pemerintah daerah dilakukan menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan pengendara. Dalam beberapa bulan terakhir, jalur tersebut kerap menjadi lokasi pengendara sepeda motor terjatuh, terutama di kawasan Pasir Kampung yang memiliki kontur jalan menurun dan tikungan tajam.
Sejumlah warga menyebutkan, kecelakaan di jalur tersebut tidak hanya menyebabkan luka ringan, tetapi juga menimbulkan korban patah tulang akibat pengendara kehilangan kendali saat melintasi jalan berlubang.
Sorotan terhadap kondisi jalan ini semakin menguat setelah terjadinya kecelakaan maut di kawasan Gunung Putri yang menewaskan seorang wisatawan pendaki yang hendak menuju kawasan pendakian Gunung Gede Pangrango. Insiden tersebut memicu perhatian publik di media sosial serta media massa terkait keselamatan di jalur menuju kawasan wisata pegunungan tersebut.
Menanggapi situasi tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Cianjur melakukan penanganan cepat untuk menutup lubang-lubang yang dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan. Perbaikan sementara dilakukan agar permukaan jalan kembali rata dan lebih aman dilalui kendaraan.
Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada penanganan darurat semata. Mereka meminta adanya perbaikan permanen melalui pengecoran beton atau pengaspalan ulang di sepanjang jalur Cipendawa–Pasir Kampung–Gunung Putri.
Selain kondisi badan jalan, warga juga menyoroti sistem drainase di kawasan tersebut yang dinilai belum memadai. Saluran air dari kawasan Gunung Putri menuju ke bawah dianggap terlalu sempit sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Akibatnya, air kerap meluap ke badan jalan dan mempercepat kerusakan permukaan aspal, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan peningkatan infrastruktur secara menyeluruh, termasuk perbaikan jalan dan pelebaran saluran drainase, mengingat jalur Cipendawa–Gunung Putri merupakan akses penting bagi warga sekaligus jalur menuju kawasan wisata dan pendakian di wilayah Pacet.
(Bet)













