Mancanegara

Dunia Siaga Perang: AS Akui Operasi Militer di Iran, Panglima Angkatan Darat Dikabarkan Tewas dalam Serangan Israel

36
×

Dunia Siaga Perang: AS Akui Operasi Militer di Iran, Panglima Angkatan Darat Dikabarkan Tewas dalam Serangan Israel

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Jakarta — Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah media nasional Israel melaporkan Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran, Jenderal Amir Hatami, dikabarkan tewas dalam rangkaian serangan militer Israel ke Iran yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Informasi tersebut memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik terbuka di kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari Caliber, serangan udara Israel di Teheran dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi strategis di ibu kota Iran. Ledakan keras terdengar di berbagai wilayah Teheran, sementara laporan lain menyebutkan serangan juga terjadi di beberapa kota penting lainnya di Iran.

Namun demikian, hingga saat ini otoritas resmi Iran belum mengonfirmasi kabar tewasnya Jenderal Amir Hatami, sehingga informasi tersebut masih menunggu verifikasi dari pemerintah setempat di tengah situasi keamanan yang terus memburuk.

Perkembangan konflik semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran pasca serangan rudal Israel. Pernyataan tersebut menandai keterlibatan langsung Washington dalam eskalasi militer di kawasan.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (1/3), Trump mengakui keterlibatan militer Amerika Serikat dalam operasi tersebut dan menuding Iran tengah berupaya membangun kembali program nuklirnya yang dinilai mengancam stabilitas global.

Melalui video yang diunggah di platform Truth Social, Trump juga memberikan ultimatum kepada Garda Revolusi Islam Iran agar segera meletakkan senjata. Ia menyatakan bahwa pihak Iran akan mendapatkan perlakuan adil apabila menyerah, namun menghadapi konsekuensi fatal jika melawan.

“Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari The Guardian, Sabtu (28/2/2026), terkait meningkatnya ketegangan militer AS dan Iran.

Trump turut menuduh Iran mengembangkan rudal jarak jauh yang berpotensi mengancam Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya. Ia bahkan menegaskan bahwa militer AS siap menghancurkan industri rudal serta kekuatan angkatan laut Iran.

Di sisi lain, pejabat Iran memperingatkan bahwa balasan Iran terhadap serangan Israel dan Amerika Serikat akan bersifat menghancurkan. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Reuters dan memperlihatkan meningkatnya risiko konflik berskala luas di Timur Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, jaringan komunikasi seluler dan internet di sejumlah wilayah Iran dilaporkan mengalami gangguan total. Serangan rudal disebut mengarah ke kota strategis Teheran dan Isfahan, memperbesar kekhawatiran dunia internasional terhadap dampak perang terbuka yang berpotensi mengguncang stabilitas global.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses