Hallonusantara.com || Cianjur — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pemerintah provinsi akan mengkaji secara mendalam rencana pengembangan energi panas bumi (geotermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango. Kajian tersebut akan melibatkan kalangan akademisi guna memastikan setiap kebijakan berbasis data ilmiah dan mempertimbangkan dampak lingkungan secara komprehensif.
Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan proyek geothermal di kawasan gunung tersebut usai menghadiri kirab budaya dalam rangka peringatan Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Cianjur, Rabu (6/5) malam.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat mengambil keputusan hanya berdasarkan pandangan subjektif. Setiap rencana pembangunan yang berpotensi berdampak pada lingkungan harus didukung kajian akademis dan penelitian ilmiah yang objektif.
“Hal itu akan kami kaji lebih dalam. Sudut pandangnya bukan dari saya secara pribadi, tetapi harus berdasarkan pandangan akademisi,” ujar Dedi.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan meminta para akademisi dan peneliti untuk menganalisis berbagai kemungkinan dampak yang dapat timbul apabila proyek pengembangan panas bumi di kawasan tersebut dilaksanakan.
“Akademisi akan kami minta melakukan kajian untuk melihat potensi persoalan yang mungkin muncul dari proyek tersebut,” katanya.
Dedi menambahkan, kajian terhadap pengembangan geothermal juga dapat merujuk pada pengalaman daerah lain di Jawa Barat yang telah lebih dahulu mengembangkan energi panas bumi.
Beberapa wilayah yang menjadi contoh antara lain kawasan panas bumi di Garut dan Bandung yang telah memiliki proyek serupa. Menurutnya, pengalaman di daerah tersebut dapat menjadi bahan pembanding dalam menilai manfaat maupun risiko dari pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Dedi, berkomitmen memastikan setiap rencana pembangunan energi tetap mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan, keselamatan masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem kawasan pegunungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya.
(Bet)













