Hallonusantara com || BEKASI –Banjir kembali mengguncang permukiman warga di Kampung Kobak Ceper, Desa Karang Harja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada hari ini. Pantauan media menunjukkan air banjir mencapai sekitar setengah meter di beberapa titik, bahkan menerobos ke dalam rumah-rumah warga, menyebabkan aktivitas sehari-hari lumpuh total.
Menurut salah satu warga yang dikenal sebagai Mandor Kapuk, titik terparah banjir terjadi di RT 08, di mana warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi. “Warga tidak dapat beraktifitas, dan kami ketakutan kalau malam ini akan ada banjir susulan,” ujar Mandor Kapuk dengan nada khawatir menggambarkan ketegangan yang dirasakan banyak kepala keluarga.
Banjir ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu perekonomian lokal. Banyak usaha kecil berhenti sementara akibat akses jalan yang terendam, sedangkan pedagang terpaksa menutup lapak karena barang dagangan rusak terendam air. Kondisi ini makin memperberat ekonomi rumah tangga di saat harga kebutuhan pokok terus meningkat.
Selain itu, warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih karena sumur-sumur rumah ikut tercemar oleh banjir. Kekhawatiran akan penyakit yang menyebar pascabanjir, seperti diare dan infeksi kulit, turut mengusik ketenangan masyarakat setempat.
Situasi ini diperburuk oleh kondisi cuaca yang belum benar-benar membaik. Menurut prakiraan cuaca terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Bekasi termasuk Kecamatan Pebayuran masih berpotensi mengalami hujan ringan dalam beberapa hari ke depan, dengan peluang hujan tetap tinggi di pagi hingga siang hari — faktor yang dapat memperlambat surutnya genangan air dan meningkatkan risiko banjir susulan.
Warga setempat kini menunggu bantuan dari pemerintah daerah dan BPBD, sambil tetap waspada terhadap perkembangan cuaca dan kondisi air yang bisa berubah sewaktu-waktu. (Red)













